Kamis, 14 Juni 2012

WALIULLOH YANG AHLI MAKSIAT

             Diera zaman jauh sebelum Masehi  tepatnya di zaman masa hidupnya Nabi Musa  A.S ada seorang Bani Israil dalam keadaan meninggal dunia dan jasadnya dianiaya oleh orang-orang disekelilinnya dengan dibuang ke TPA “tempat pembuangan terahir”.
            Kemudian setelah beberapa hari kemudian wahyu turun oleh Alloh S.W.T kepada Nabiulloh Musa A.S. Isi dari wahyu tersebut wahai musa disuatu daerah ada waliku yang dibuang di sampah, ambilah wahai Musa dan rawatlah jasadnya wahai Musa.
            Tidak lama kemudian Nabiulloh Musa menuju tempat yang ditunjukkan oleh Alloh S.W.T dan melaksanakan perintah wahyu dari Alloh ta’ala. Akan tetapi ketika Nabi musa mengambil jazad dari seorang Bani Israil tersebut semua tetangga-tetangga orang tersebut protes. Wahai nabiulloh anda ini seorang Nabi akan tetapi kok malah bersekokol dengan penjahat sampah masyarakat dan ahli maksiat?
Wahai Bani Israil perbuatan apa yang dilakukan mayat ini ketika dia masih hidup “tanya Nabi Musa”.
Begini Nabiulloh...dia itu semasa hidupnya tidak pernah beramal solih, hari kehari pekerjaannya hanya maksiat, dimana ada barang hilang pasti dia yang mencuri, sudah banyak sekali perawan-perawan yang diperkosa olehnya, mabuk-mabukan dan tiap harinya tidak ada lain kecuali pembuat hiruk pikuk masyarakat disekitar sini.
Dengan keadaan bingung nabi musa melaksanakan wahyu tersebut akhirnya beliau sowan matur kehadapan Alloh S.W.T dan menceritakan apa yang penduduk kampung tetangga mayat tersebut ceritakan.
Jawaban Alloh S.W.T kepada Nabi Musa “wahai musa....memang benar apa yang dikatakan penduduk kampung tetangga wali saya itu ketika masa hidupnya”.
Lalu  amal apa yang menyebabkan dia itu menjadi wali engkau ya..Rabb???
Ketahuilah wahai Musa...ketika sedikit sebelum meninggalnya wali saya ini dia merintih kesakitan berkata dalam hatinya “ya..Alloh wahai tuhanku aku tahu diriku ini adalah hambamu ya..Robb, tidak ada orang yang lebih baik dari aku ini ya..Robb,diantara hamba-hamba engkau aku adalah sejelek jeleknya hambamu ya... Robb, maka dari itu ya... Robb jika, luas pengampunan engkau, jika kasih sayangmu tidak terbatas dan engkau adalah tuhannya seluruh yang ada di bumi langit dan seisinya tentunya engkau berbeda dengan makhluk ciptaanmu ya..Robb.
Wahai Musa... demikian cerita sedikit sebelum meninggalnya waliku ini wahai Musa...!
Dan ketahuilah bahwa AKU adalah tuhannya apa-apa yang ada dilangit dan bumi dan haq apa yang orang tersebut katakan sedikit sebelum matinya bahwa aku sedikit pun tidak seperti makhluk ciptaanku “mukholafah lilhawadits”.
Kemudian Nabiulloh Musa menceritakan kepada  Bani Israil penduduk kampung tersebut apa yang Alloh S.W.T wahyukan kepadanya.
WALLOHU A’LAM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar