Diera zaman jauh sebelum Masehi tepatnya di zaman masa hidupnya Nabi
Musa A.S ada seorang Bani Israil dalam keadaan meninggal dunia dan
jasadnya dianiaya oleh orang-orang disekelilinnya dengan dibuang ke TPA
“tempat pembuangan terahir”.
Kemudian setelah beberapa
hari kemudian wahyu turun oleh Alloh S.W.T kepada Nabiulloh Musa A.S.
Isi dari wahyu tersebut wahai musa disuatu daerah ada waliku yang
dibuang di sampah, ambilah wahai Musa dan rawatlah jasadnya wahai Musa.
Tidak lama kemudian Nabiulloh Musa menuju tempat yang ditunjukkan oleh
Alloh S.W.T dan melaksanakan perintah wahyu dari Alloh ta’ala. Akan
tetapi ketika Nabi musa mengambil jazad dari seorang Bani Israil
tersebut semua tetangga-tetangga orang tersebut protes. Wahai nabiulloh
anda ini seorang Nabi akan tetapi kok malah bersekokol dengan penjahat
sampah masyarakat dan ahli maksiat?
Wahai Bani Israil perbuatan apa yang dilakukan mayat ini ketika dia masih hidup “tanya Nabi Musa”.
Begini
Nabiulloh...dia itu semasa hidupnya tidak pernah beramal solih, hari
kehari pekerjaannya hanya maksiat, dimana ada barang hilang pasti dia
yang mencuri, sudah banyak sekali perawan-perawan yang diperkosa
olehnya, mabuk-mabukan dan tiap harinya tidak ada lain kecuali pembuat
hiruk pikuk masyarakat disekitar sini.
Dengan keadaan bingung nabi
musa melaksanakan wahyu tersebut akhirnya beliau sowan matur kehadapan
Alloh S.W.T dan menceritakan apa yang penduduk kampung tetangga mayat
tersebut ceritakan.
Jawaban Alloh S.W.T kepada Nabi Musa “wahai
musa....memang benar apa yang dikatakan penduduk kampung tetangga wali
saya itu ketika masa hidupnya”.
Lalu amal apa yang menyebabkan dia itu menjadi wali engkau ya..Rabb???
Ketahuilah
wahai Musa...ketika sedikit sebelum meninggalnya wali saya ini dia
merintih kesakitan berkata dalam hatinya “ya..Alloh wahai tuhanku aku
tahu diriku ini adalah hambamu ya..Robb, tidak ada orang yang lebih baik
dari aku ini ya..Robb,diantara hamba-hamba engkau aku adalah sejelek
jeleknya hambamu ya... Robb, maka dari itu ya... Robb jika, luas
pengampunan engkau, jika kasih sayangmu tidak terbatas dan engkau adalah
tuhannya seluruh yang ada di bumi langit dan seisinya tentunya engkau
berbeda dengan makhluk ciptaanmu ya..Robb.
Wahai Musa... demikian cerita sedikit sebelum meninggalnya waliku ini wahai Musa...!
Dan
ketahuilah bahwa AKU adalah tuhannya apa-apa yang ada dilangit dan bumi
dan haq apa yang orang tersebut katakan sedikit sebelum matinya bahwa
aku sedikit pun tidak seperti makhluk ciptaanku “mukholafah lilhawadits”.
Kemudian Nabiulloh Musa menceritakan kepada Bani Israil penduduk kampung tersebut apa yang Alloh S.W.T wahyukan kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar